Pandangan Islam Terhadap Pendidikan

 

Islam adalah Sebuah agama yang sempurna dimana kehadirannya adalah Rahmat bagi seluruh alam, datangnya Agama Islam diperkenalkan oleh Allah melalui RasulnNya Nabi Muhammad saw beserta kitabNya Al-Qur’an. Islam datang untuk memberikan pengajaran dan ilmu agar manusia mengetahui baik, buruk, sejarah, halal, haram, kesehatan, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu pengetahuan sosial, kekeluargaan, etika, norma dan masih banyak lagi untuk kehidupan manusia, untuk keselamatan manusia dan sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Segala kehidupan telah diatur oleh islam melalui Kitab dan RasullNya. Bagaimana kita mengetahui ilmu yang ada didalam islam tersebut? Tentu saja melalui pendidikan.

Pendidikan adalah proses belajar seseorang dalam memperoeh ilmu, dengan ilmu tersebut dapat merubah pemikiran, perilaku, karakter bahkan peradaban manusia. Perubahan peradaban manusia telah terbukti ketika Islam berada pada puncak kejayaan ditandai dengan pemikiran yang sudah mapan, adanya perpustakaan dan banyak penemuan-penemuan dalam berbagai bidang. Islam saat itu berjaya dan mampu mengubah peradaban dunia karena salah satunya pengaruh dari berkembang pesatnya pendidikan.

Menurut pandangan islam pendidikan adalah kewajiban, oleh karenanya banyak ayat maupun hadits yang menjelaskan pentingnya mencari ilmu. Seperti Hadits “Kewajiban Mencari Ilmu”

Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr).  

Turunnya Al-Qur’an yang pertama kali adalah tentang perintah membaca yang terdapat dalam Q.s. Al-Alaq.

 

Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Maka jelas dalam islam mencari ilmu merupakan hal yang wajib dan utama.

Kemudian dalam Q.s Al-mujadilah menjelaskan tentang derajat orang yang berilmu,

Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 Dan dalam Q.s. at-taubah menjelaskan  tentang anjuran memperdalam ilmu agama.

Artinya : Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Dalam surat tersebut menjelaskan anjuran memperdalam ilmu atau pengetahuan tentang agama untuk memberi peringatan dan untuk menjaga diri. Menjaga diri tersebut bisa diartikan bahwa dengan memiliki ilmu agama maka kita dapat menjaga keimanan kita, sehingga tidak terpengaruh dengan ajaran yang lain dan tidak pula menjadikan kita kafir. Dalam islam mencari Ilmu yang bersifat fardhu ‘ain dan Fardhu kifayah merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan dunia dan Akhiran smapai-sampai terdapat hadis yang mengatakan

 مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

Artinya : ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi). Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa dengan ilmu kita bisa bahagia di dunia maupun akhirat. Namun sebenarnya hal ini tergantung dari siapa yang memberi ilmu dan ilmu apa yang diajarkan. Karena dengan ilmu jugalah manusia bisa tersesat dan terjerumus kedalam kesengsaraan.

Oleh sebab itu pendidikan yang utama adalah Pendidikan Agama Islam seperti yang sudah dijelaskan dalam Q.s. At-Taubah, hal ini untuk membentengi seseorang dalam memperoleh ilmu-ilmu yang lain. Karena saat seseorang terbentengi hati dan fikirannya oleh keyakinan dan ajaran islam, kemudian ia memperoleh ilmu maka semakin yakin dirinya pada kebesaran Allah, saat ia mempelajari ilmu-ilmu filsafat maupun ajaran-ajaran dari agama lain maka ia tidak terpengaruh. Seseorang yang sudah tertanam dihatinya ajaran Islam kemudian diamalkan maka ia akan memiliki etika dan moral yang baik, jujur, adil dan memiliki sifat-sifat yang baik  sesuai dengan ajaran Rasulullah dan inilah yang diharapkan pula oleh islam, yakni mencetak masyarakat yang madani. Oleh karenanya pula mata pelajaran Agama Islam selalu hadir disetiap jenjang pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Pandangan Islam terhadap pendidikan sangat penting oleh karenanya dalam proses pendidikan baik formal maupun non formal harus disasarkan kepada nilai-nilai Islam didalamnya, karena salah satu fungsi dari pendidikan adalah untuk mencetak generasi penerus bangsa, namun pendidikan yang ada saat ini lebih mementingkan pada nilai kognitifnya saja sehingga banyak sekali orang-orang yang cerdas di indonesia namun tidak memiliki dasar keimanan yang baik, sehingga ketika seseorang menjabat dalam pemerintahan banyak melakukan penyimpangan seperti koruspi, memiliki banyak selir dll.

Begitupun para pelaku pendidikan memiliki etika, moral dan pemikiran yang buruk. Mislanya : para pelajar tawuran, pelajar putus sekolah karena hamil diluar nikah, seks bebas, guru/dosen melakukan pelecehan seksual terhadap siswa, memunculkan paham atau aliran – aliran baru yang menyesatkan, kurangnya sopan santun dan masih banyak lagi. Tentu hal ini akan merusak moral generasi muda serta merusak bangsa dan negara. Orang-orang pintar dan cerdas sangat banyak di Indonesia namun kecerdasannya bisa membuat kehancuran bagi negara ini.

Islam berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah yang didalamnya terdapat banyak pengajaran baik ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, etika dan moral yang semuanya saling berkesinambungan sehingga mampu membuat pribadi manusia yang cerdas, baik dalam hal kognitif maupun psikomotorik. Inilah yang harus diterapkan dalam dunia pendidikan masa kini, mengingat betapa pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap peradaban manusia.

Dalam pendidikan di Indonesia sendiri belum mampu menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan, moral, etika dan agama untuk saling dikaitkan dalam proses pembelajaran dengan tujuan agar peserta didik memiliki pengetahuan yang luas, akhlak yang baik serta diaplikasikan ilmu tersebut dengan baik yang sesuai dengan ajaran islam, bahkan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang ada di bangku sekolah dasar sampai jenjang perguruan tinggi tidak memiliki pengaruh besar terhadap para pelajar untuk memiliki akhlak yang baik, keimanan yang kuat yang mampu membentengi diri mereka dari hal-hal yang merugikan seperti sexs bebas, narkoba, dan kenakalan remaja lainnya dan juga mengikuti aliran-aliran sesat, yang tentu saja akan berpengaruh terhadap perkembangan zaman karena jam mata pelajaran PAI yang sedikit dan dipandang tidak begitu penting oleh peserta didik.

Untuk terciptanya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, etika, moral dan agama maka perlu adanya suatu wadah pendidikan non formal berupa bimbingan yang berkelanjutan untuk menjaga keimanan serta akhlak yang baik dan membuat peradaban manusia yang madani, pendidikan non formal ini dampaknya lebih terasa karena peserta peserta didik diberi ilmu dan terus dibimbing dalam pelaksanaan ilmu tersebut. Peserta didik diberi pencerdasan tentang apa yang mereka butuhkan sehingga tidak terpaku pada materi yang sudah ditetapkan seperti halnya pelajaran-pelajaran formal.

Oleh karenanya sekolah dan perguruan harus memiliki program mentoring atau bimbingan keimanan bagi muslim dan muslimah yang disetujui pula oleh pemerintah. Mentoring adalah ngajinya para pelajar dimana peserta mentoring akan dibentuk kelompok, setiap kelompok terdiri atas 3-10 orang laki-laki atau perempuan, dengan dibimbing oleh seorang pembina. peserta terus diberi ilmu baik keislaman, pengetahuan umum maupun keadaan masa kini. Namun mentoring ini lebih fokus kepada pendidikan keislaman yang menumbuhkan karakter islami, berfikir islami dan melakukan segala aktivitas sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Islam dan tentunya para peserta terus dibimbing tanpa batasan waktu, sehingga para peserta mentoring lebih merasakan dampak dari mentoring tersebut.

Dengan Mentoring bukan hanya ilmu yang didapat tapi juga pergaulan yang islami. Kegiatan ini menjadi salah satu metode pendekatan pembinaan agama dan moral yang efektif, karena cara dan bentuk pengajarannya yang berbeda dengan pendidikan agama secara formal disekolah. Di beberapa sekolah kegiatan ini terbukti dapat mencegah tawuran antar pelajar dan kenakalan remaja dan dengan mentoring sekolah menjadi terasa lebih islami. dengan begitu mentoring adalah salah satu solusi untuk remaja islam dalam membentengi diri mereka dari pengaruh-pengaruh keadaan masa kini, baik dalam bentuk elektronik maupun buku-buku yang dipelajari disekolah formal.

pandangan islam terhadap pendidikan menjadi prioritas utama baik untuk memperkokoh umat Islam maupun dalam berdakwah, Islam tidak menginginkan umatnya terlena dengan semua yang ditawarkan oleh kemoderenan peradaban saat ini, sehingga Islam akan semakin terpuruk dan terbelakang. Oleh karenanya Islam memanadang betapa pentingnya ilmu bagi umat islam dan terhormatnya orang yang mencari ilmu, hal ini disampaikan dalam Al-qur’an maupun Hadits seperti yang sudah kita ketahui di awal pembahasan.

Dengan pendidikan mampu mengubah akhlak manusia yang berimplikasi kepada peradaban manusia maupun umat islam itu sendiri, maka dalam proses pendidikan baik formal maupun non formal harus berlandaskan pada ajaran Agama Islam dan dalam kegiatan apapun deselipkan ajaran islamnya agar peserta didik semakin kuat iman, ilmu serta dapat mengamalkan ilmu dengan sebaik mungkin sehingga terwujudlah peradaban yang islami dengan dibarengi ilmu-ilmu yang mumpuni serta teknologi canggih.

Pendidikan formal lebih banyak diajarkan kepada peserta didik dibandingkan agama, sehingga yang dikhawatirkan adalah penyelewengan dalam menerapkan ilmu yang ia dapatkan. Adanya pendidikan agama islam diranah formal hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap akhlak peserta didik, maka diperlukan program mentoring untuk menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dunia dan ilmu pengetahuan agama sehingga peserta didik dapat menerapkan ilmu yang didapat dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *